Jumat, 21 November 2014

Makalah Pengertian, Ciri, Macam Pantun



A.   Pengertian Pantun

Tradisi lisan di mana pun, merupakan asal muasal puisi modern. Bahkan cukup aman untuk mengatakan bahwa pada dasarnya puisi modern pun yang ditulis berdasarkan prinsip keberaksaraan, memiliki hubungan yang tak terpisahkan dengan prinsip kelisanan. Piranti puisi seperti rima, irama, pengulangan, aliterasi, asonansi, dan kesejajaran menunjukkan membuktikan bahwa puisi tulis dan cetak memang harus “dilisankan” untuk mendapatkan keindahan dan maknanya meskipun tentu kita tidak perlu melisankan secara keras, tetapi cukup dalam pikiran kita. Dalam perkembangan puisi kita pengembangan berbagai jenis tradisi lisan itu masih nampak sampai sekarang, seperti yang tampak dalam penggunaan bentuk-bentuk pantun dan mantra. Pantun dan mantra merupakan bentuk tradisi lisan kita yang boleh dikatakan “asli”, meskipun istilah itu bisa saja dimasalahkan.
Pantun merupakan satu di antara sekian banyak genre kesusastraan yang lahir dan berkembang di nusantara. Pada mulanya, istilah pantun ini berasal dari bahasa Minangkabau “patuntun” yang berarti penuntun. Namun ternyata, istilah pantun ini pun dikenal juga di kalangan masyarakat Jawa, Sunda, Batak, dan Melayu.
Dalam masyarakat Jawa, pantun dikenal dengan istilah “parikan.” Dalam masyarakat Sunda dikenal dengan sebutan “paparikan”. Sementara masyarakat Batak mengenal pantun dengan istilah “umpasa” (dibaca uppasa). Masih tentang pantun, dalam bahasa Melayu, pantun dikenal dengan istilah “quatrain”.
Pantun adalah sebuah karya sastra lama yang terikat oleh aturan jumlah bait, baris, dan rima akhir. Pantun digunakan untuk mencurahkan isi hati seseorang.

B.     Ciri-Ciri Pantun:

1.      Satu bait terdiri dari 4 baris atau larik
2.      Tiap baris terdiri dari 8 – 12 suku kata
3.      baris kesatu dan kedua merupakan sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempat merupakan isi atau maksud, dan
4.      Rima atau sajak akhir a – b – a – b
Surabaya berupa-rupa
Sapu tangan jatuh di lumpur
Hendak lupa tak dapat lupa
Lupa sebentar di waktu tidur

Kapal belayar dari Belawan
Berlabuh tentang Pulau Tujuh
Kalau terkenang kepada tuan
Hati di dalam hancur luluh
Dalam pantun selalu ada dua dimensi yaitu pertama yang disebut sampiran. Konvensi mengatakan bahwa tidak ada yang sungguh-sungguh dengan sampiran. Sampiran semata-mata diciptakan sebagai pengantar menuju isi yang sebenarnya dalam dua larik berikutnya. Bila kita berpedoman pada Kamus Besar Bahasa Indonesia hal yang sama ditegaskan lagi di sana ketika tentang sampiran dikatakannya sebagai berikut: “Paruh pertama pada pantun, yaitu baris kesatu dan kedua berupa kalimat-kalimat yang biasanya hanya merupakan persediaan bunyi kata untuk disamakan dengan bunyi kata pada isi pantun (biasanya kalimat-kalimat pada sampiran tak ada hubungan makna dengan kalimat-kalimat pada bagian isi)”.





C.        Macam-macam pantun

Pantun banyak macamnya, pantun nasihat, orang tua, anak-anak, bahkan muda-mudi. Isi dari pantun menerangkan maksud dan tujuan kepada si pendengar. Di bawah ini beberapa contoh pantun:
A.       PANTUN ANAK-ANAK
Contoh :
Elok rupanya si kumbang jati
Dibawa itik pulang petang
Tidak terkata besar hati
Melihat ibu sudah datang
B.      PANTUN ORANG MUDA
Contoh :
Ikan duyung di laut biru
Ikan impian dalam kenangan
Ada kabar adinda rindu
Lewat laut pun kanda berenang
C.       PANTUN ORANG TUA
Contoh :
Asam kandis asam gelugur
Kedua asam riang-riang
Menangis mayat di pintu kubur
Teringat badan tidak sembahyang
D.      PANTUN JENAKA
Contoh :
Elok rupanya pohon belimbing
Tumbuh dekat pohon mangga
Elok rupanya berbini sumbing
Biar marah tertawa juga
E.       PANTUN TEKA-TEKI
Contoh :
Kalau puan, puan cemara
Ambil gelas di dalam peti
Kalau tuan bijak laksana
Binatang apa tanduk di kaki
F.       PANTUN AGAMA
Misi gereja di hari minggu
Sembahyang di mesjid hari jumat
Manusia pasti bersatu
Kalau Tuhan member rahmat

G.      Pantun Pengiring Lagu
Pantun dapat digunakan dalam nyanyian, diantaranya adalah:

Ayam jago jangan diadu
Kalau diadu jenggernya merah
Baju ijo jangan diganggu
Kalau diganggu yang punya marah

Jalan-jalan ke kota Paris
Lihat gedung berbaris-baris
Saya cinta sama si kumis
Orangnya ganteng sangat romantic

Pantun telah mengalami berbagai macam perkembangan hingga tercipta bentukan baru dari pantun, seperti karmina, seloka(pantun berkait) dan talibun. Karmina merupakan bentukan atau versi baru dari pantun yang lebih ringkas karena hanya terdiri atas 2 baris, sedangkan talibun adalah versi panjang dari pantun yang terdiri atas 6 baris atau lebih. Namun seloka, talibun, dan karmina bukan pantun tetapi tetapi termasuk ke dalam puisi lama seperti halnya pantun.

A.       SELOKA (PANTUN BERKAIT)
Seloka adalah pantun berkait yang tidak cukup dengan satu bait saja sebab pantun berkait merupakan jalinan atas beberapa bait.
CIRI-CIRI SELOKA:
1.      Baris kedua dan keempat pada bait pertama dipakai sebagai baris pertama dan ketiga bait kedua.
2.      Baris kedua dan keempat pada bait kedua dipakai sebagai baris pertama dan ketiga bait ketiga dan  seterusnya
Contoh :
Lurus jalan ke Payakumbuh,
Kayu jati bertimbal jalan
Di mana hati tak kan rusuh,
Ibu mati bapak berjalan
Kayu jati bertimbal jalan,
Turun angin patahlah dahan
Ibu mati bapak berjalan,
Ke mana untung diserahkan
B.      TALIBUN
Talibun adalah pantun jumlah barisnya lebih dari empat baris, tetapi harus genap misalnya 6, 8, 10 dan seterusnya.
-          Jika satu bait berisi enam baris, susunannya tiga sampiran dan tiga isi.
-          Jika satiu bait berisi delapan baris, susunannya empat sampiran dan empat isi.
Jadi :
Apabila enam baris sajaknya a – b – c – a – b – c.
Bila terdiri dari delapan baris, sajaknya a – b – c – d – a – b – c – d
Contoh :
Kalau anak pergi ke pekan
Yu beli belanak pun beli sampiran
Ikan panjang beli dahulu
Kalau anak pergi berjalan
Ibu cari sanak pun cari isi
Induk semang cari dahulu
C.       PANTUN KILAT ( KARMINA )
CIRI-CIRINYA :

a.       Setiap bait terdiri dari 2 baris
b.      Baris pertama merupakan sampiran
c.       Baris kedua merupakan isi
d.   Bersajak a – a
e.       Setiap baris terdiri dari 8 – 12 suku kata
Contoh :
Dahulu parang, sekarang besi (a)
Dahulu sayang sekarang benci (a)


D.   Kesimpulan


Pantun termasuk ke dalam puisi lama, puisi lama merupakan latar belakang lahirnya puisi modern dan puisi kontemporer. Puisi lama memiliki banyak aturan yang mengikatnya berbeda dengan puisi modern yang tidak terikat oleh beberapa aturan. Puisi lama sangat patuh terhadap konvensi yang ada, seperti jumlah bait, rima, maupun baris.
Pantun sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari oleh orang tua, anak-anak, maupun muda-mudi. Walaupun pantun merupakan karya sastra yang terhitung tua karena kehadirannya telah ada sudah lama namun pantun tetap bisa bertahan hingga abad ke-20 ini. Banyak karya sastra lain yang merambah luas di masyarakat kini, pantun tetap menjadi pilihan sebagian orang dikarenakan sifatnya yang elastis, bisa dipakai dalam situasi apapun. Seiring perkembangan pantun, pantun memiliki bentukan baru yang disebut seloka, talibun, dan karmina.

Jumat, 07 November 2014

Kumpulan Pantun


Jalan-jalan membeli topi
Ingin hemat beli yang murah
           Berhentilah hanya bermimpi
           Dan mulailah untuk melangkah


Kepala sakit bagai melayang
       Ingin sembuh minum jamu

           Jangan ragukan cintaku sayang
           Hatiku ini hanya untukmu


      Pergi ke pasar membeli teri
      Sekalian membeli blewah

             Bacalah Al-Quran setiap hari
             Niscaya hidup penuh barokah






Rabu, 15 Oktober 2014

Cerpen "Malam Takbiran"


Jadi gini nama asli gue Yayang Deni, tapi akrab dipanggil Yayang, gue nggak tau arti nama itu apa, yang gue tahu itu nama special banget di mata orang tua gue, kalau dulu boleh request sih gue mau dinamain Vino G Bastian *mirip kali ya, hahaha ,gue hidup di Madiun, tepatnya di Desa Uteran. Dan kemarin mungkin adalah hari yang nggak bakal bisa gue lupakan sampai ajal menjemput
Oke gini ceritanya,...
Malam sebelum hari raya idul fitri dilaksanakan, seperti biasa gue sama temen-temen takbiran di masjid, setelah lewat satu jam, gue dan temen-temen merasa bosen dan ingin bermain, akhirnya munculah ide dari gue untuk merekam suara takbir ke handphone dan diputar berulang-ulang,jadi kita bisa bermain dan masjid tetep nggak sepi soalnya ada rekaman suara kita, hahahaha
Nah pas ditengah asik nya main petasan, ada 2 montor menuju ke lapangan. Gue langsung berprasangka kalau 2 montor itu pasti orang yang akan pacaran, nah seketika itu langsung muncul ide di benak gue untuk mengerjain mereka,
Akhirnya gue suruh temen2 untuk mengumpulkan petasan sebanyak-banyaknya, lalu kita memanjat ke genting balai desa (kebetulan balai desa deket sama lapangan),  nah tanpa pikir panjang lagi kita langsung melontarkan petasan satu persatu ke 2 montor itu....
Tapi bukannya takut malah 2 montor itu terkesan menantang, yah langsung saja gue lontarkan petasan terbaik untuk menghajar mereka, ehhh pas petasan terbaik udah dilontarkan, terasa ada yang aneh, yap suara petasannya tidak ada. Lansung saja gue melihat kebawah, ehh ternyata petasannya diinjak oleh salah satu orang di montor itu.
Ketika gue lihat kebawah tadi, gue juga langsung sadar kalau 2 montor tersebut bukanlah montor orang yang mau pacaran, karena terlihat jelas ada 4 orang laki-laki dan tidak ada perempuannya, sontak saja gue langsung beritahu teman-temen gue, Langsung saja temen2 gue kaget *untung nggak sampai kencing dicelana, dan jantung gue pun serasa mau copot soalnya takut digebukin ama tuh orang.
Dari lapangan terlihat 3 orang dari montor tadi turun dan lari menuju ke arah kita. Sontak kita ketakutan dan langsung terjun dari atas genting, kalau dipikir-pikir tinggi genting dari atas sampai bawah ada 2,5 meter, naas bagi gue, pas udah terjun kaki gue terkilir, teman-temen gue yang lain udah pada lari karena memang gue loncatnya yang paling akhir jadi mereka tidak melihat gue jatuh , namun ada teman gue yang namanya Arvin dia melihat gue terkapar kesakitan, mungkin karena kasihan dia menghampiri gue , Tapi kelihatannya sudah terlambat, karena 3 orang itu semakin dekat, akhirnya gue putuskan untuk sembunyi di kamar mandi orang, nah Arvin sembunyi di sawah,
Karena merasa keadaan cukup aman gue pun langsung keluar dan lari menghampiri Arvin, namun naas saja ternyata Arvin sudah dikepung 3 orang tersebut, dan 3 orang itu membawa batu. Gue pun mencari ide supaya Arvin bisa lolos,
Berbekal korek api dan 1 petasan yang gede, gue pun langsung melemparkannya ke arah ketiga orang itu, sontak saja ketiga orang itu langsung kaget dan langsung mengejar gue, Arvin pun berhasil kabur dan mengabari semua temen gue,
Namun sial bagi gue, setelah gue berhasil selamatkan Arvin ehh gue lupa kalau kaki gue terkilir, jadi pas lari kaki gue terasa sakit, namun gue nggak pasrah sama keadaan gue terus berjuang walau kaki ini udah mulai terasa sakit sekali. Sambil lari gue teriak tolong-tolong, namun udah terlambat salah satu dari 3 orang itu berhasil menangkap gue.
Ide gue pun muncul lagi, gue mau membakar tangan mereka dengan korek api, ehh namun apa daya ternyata korek api nya sudah tidak ada dikantong gue ,Mungkin sudah jatuh pas gue lari tadi.
gue terus terik tolong-tolong,
Gue pun mencium aroma seperti arak ketika mereka berbicara gue, langsung saja gue simpulkan kalo mereka lagi mabuk, wahh adrenalin gue semakin terpacu, jantung berdetak lebih cepat dari genderang mau perang, gue pun langsung inget dengan tuhan, gue terus berdo’a supaya nggak diapa-apa’in sama mereka.
Salah satu dari mereka pun bertanya ke gue “Kenapa lo mengganggu gue ? mau dicincang lo ?”
Gue pun menjawab “Ampun bang, tadi saya pikir kalian mau pacaran”, mereka pun menjawab dengan nada lantang “Semp**, lo kagak lihat ya ? nih gue lagi ngefly”.
“Ampun, bang ampunn”, hanya itu yang gue ucapkan
Mereke pun menyodorkan putung rokok ke tangan gue,tapi gue selalu menghindar. untung saja
Dari kerjauhan gue melihat teman-teman gue, berlari menghampiri gue, mereka semua membawa petasan dan batu, keaadaan pun mulai menegangkan, disaat ketiga orang itu lengah gue pun lari dan salah satu teman gue  menolong , dia menggendongku lari, 

Dan pada saat yang bersamaan terlihat mobil  yang mendekat, ketiga orang itu pun ketakutan mungkin dikiranya polisi, gue pun juga awalnya berprasangka kalau itu polisi, karena diatas mobil itu terdapat lampu biru yang menyala sangat terang, ketiga orang itu pun lari, dan meninggalkan lapangan.
Mobil itu semakin mendekat, dan pas  gue lihat ternyata itu mobil ompreng pak sapar, hati gue pun lega. Pak sapar mungkin adalah pahlawan gue, padahal dulu nya gue sering banget mencuri mangga nya, hahaha.
(*pak sapar adalah tukang angkut batu, dan pasir di desa gue*)
Semua teman-teman pun menghampiri gue, dan menanyakan apakah gue baik-baik saja dan menanyakan apa yang ketiga orang itulakukan ke gue. Namun gue melihat salah satu teman gue yang bernama ferry matanya merah, seperti habis nangis, gue pun menanyakan apa yang menyebabkan dia nangis ?, dan ternyata dia nangis gara-gara takut terjadi apa-apa sama gue, sontak hati gue pun langsung luluh, dan hampir saja gue mengeluarkan air mata, namun gue juga sedikit tertawa karena belum pernah gue melihat orang sesangar dia nangis, hahahaha.
Dari kejadian itu gue pun belajar, jangan berprasangka buruk terlebih dahulu, sebelum kita tahu keadaan sebenarnya


Kamis, 24 April 2014

Profil Kelas i-Pad




1.



Nama    : Aditya Baretta Putra
TTL         : Jayapura, 12 Agustus 1998
Alamat  : Jl. Paus II RT/RW 42/05 Perumnas GSP, Purworejo, Geger, Madiun
2.



Nama    : Aditya Noor Hariyadi
TTL         : Semarang, 16 Februari 1998
Alamat  : Ds. Joho RT/RW 05/01 Dagangan, Madiun
3.



Nama    : Alfian Tri Julianto
TTL         : Madiun, 2 Juli 1998
Alamat  : Ds. Rejosari RT/RW 34/07 Kebonsari, Madiun

4.



Nama    : Alkha Diena Listyaning Wikan Cipto Ratri
TTL         : Madiun, 22 Desember 1997
Alamat  : Ds. Uteran RT/RW 18/17 Geger, Madiun

5.




Nama    : Andika Setyadi
TTL         : Madiun, 21 September 1997
Alamat  : Ds. Ngranget RT/RW 07/01 Dagangan, Madiun

6.




Nama    : Andini Indriasih
TTL         : Madiun, 10 Juni 1997
Alamat  : Dk. Buluh, Ds. Krandegan RT/RW 11/02 Kebonsari, Madiun

7.





Nama    : Anindya Ayu Pangesti
 TTL         : Madiun, 22 April 1998
Alamat  : Ds. Palur RT/RW 17/04 Kebonsari, Madiun

8.



Nama    : Aprilia Durotun Nasikhah
TTL         : Madiun, 26 April 1997
Alamat  : Jl. Jend. A. Yani 04 Dk. Cempo, Ds. Doho RT/RW 32/04 Dolopo, Madiun

9.



Nama    : Aris Aji Purnomo
TTL         : Madiun, 22 April 1998
Alamat  : Ds. Balerejo RT/RW 02/01 Kebonsari, Madiun
 10.



Nama    : Briyan Ridho Pangestu
TTL         : Madiun, 12 Mei 1998
Alamat  : Jl. Merpati Ds. Jatisari RT/RW 27/06 Geger, Madiun

11.



Nama    : Chrisdayanti Ayu Putri Pratiwi
TTL         : Madiun, 29 Agustus 1998
Alamat  : Jl. Brawijaya Ds. Jatisari RT/RW 03/01 Geger, Madiun

12.



Nama    : Dedy Sulisetyawan
TTL         : Madiun, 24 Januari 1997
Alamat  : Jl. Raya Madiun-Ponorogo Ds. Sangen RT/RW 15/03 Geger, Madiun

13.



Nama    : Devi Purnama Sari
TTL         : Madiun, 7 Maret 1998
Alamat  : Ds. Glonggong RT/RW 23/02 Dolopo, Madiun

14.



Nama    : Dwi Pharmaton Adiguna
TTL         : Madiun, 4 November 1998
Alamat  : Ds. Banjarsari Wetan RT/RW 15/5 Dagangan, Madiun

15.



Nama    : Faisal Kurniawan
TTL         : Madiun, 23 November 1997
Alamat  : Dk. Kepuh Beluk Ds. Pucanganom RT/RW 53/05 Kebonsari, Madiun

16.



Nama    : Hindun Fikrotul Indiyyi
TTL         : Madiun, 28 Agustus 1998
Alamat  : Dk. Deles Ds. Ketandan RT/RW 06/01 Dagangan, Madiun

17.



Nama    : Kartika Tri Djuniar
TTL         : Madiun, 18 Juni 1998
Alamat  : Jl. Kanal Ds. Uteran RT/RW 13/05 Geger, Madiun

18.



Nama    : Kirana Damayanti Putri Hapsari
TTL         : Madiun, 05 September 1997
Alamat  : Jl. Mutiara II Blok G1 10 Perumnas GSP, Purworejo, Geger, Madiun

19.



Nama    : Leni Kusumawati
TTL         : Madiun, 10 Oktober 1998
Alamat  : Ds. Sukosari RT/RW 15/05 Dagangan, Madiun

20.



Nama    : Muhamad Wahyu Kusuma
TTL         : Pacitan, 4 April 1997
Alamat  : Ds. Purworejo RT/RW 11/02 Geger, Madiun

21.



Nama    : Nadya Mayrosa Latifah
TTL         : Madiun, 29 Mei 1998
Alamat  : Ds. Sukosari RT/RW 06/02 Dagangan, Madiun

22.


Nama    : Nikita Puspa Wisiswa
TTL         : Madiun, 13 Juli 1998
Alamat  : Ds. Pagotan, RT/RW 03/02 Geger, Madiun

23.



Nama    : Putri Yufrida Giarti Saparingga
TTL         : Malang, 2 Juni 1998
Alamat  : Ds. Brumbun, RT/RW 09/01 Wungu, Madiun

24.



Nama    : Risma Andani Ayu Safitri
TTL         : Madiun, 6 Agustus 1998
Alamat  : Ds. Glonggong, RT/RW 24/02 Dolopo, Madiun

25.



Nama    : Rizka Indah Pristania
TTL         : Madiun, 1 Oktober 1998
Alamat  : Ds. Nglandung, RT/RW 10/02
26.



Nama    : Rosa Audia Lillah
TTL         : Surakarta, 16 April 1998
Alamat  : Ds. Sewulan RT/RW 06/02 Dagangan, Madiun

27.



Nama    : Shofa Akbar Bahari Putra
TTL         : Madiun, 6 April 1998
Alamat  : Jl. Diponegoro Ds. Uteran RT/RW 16/06 Geger, Madiun

28.



Nama    : Wakhidatul Nur Kholifah
TTL         : Madiun, 31 Oktober 1997
Alamat  : Ds. Palur RT/RW 30/05 Kebonsari, Madiun

29.



Nama    : Yayang Deni Septiyono
TTL         : Madiun, 7 September 1997
Alamat  : Ds. Uteran RT/RW 05/02 Geger, Madiun

30.


Nama    : Yusuf Abdhul Azis
TTL         : Madiun, 27 Januari 1998
Alamat  : Ds. Sukosari RT/RW 18/05 Dagangan, Madiun

31.



Nama    : Zahro Mustafavi Yanna Putri
TTL         : Madiun, 19 September 1997
Alamat  : Jl. Dr. Soetomo Ds. Slambur, Geger, Madiun

32.



Nama    : Zainal Arifin
TTL         : Madiun, 27 Januari 1998
Alamat  : Ds. Sareng RT/RW 09/02 Geger, Madiun