Dikabarkan setelah berita ini beredar, setidaknya 66% situs web
diseluruh dunia mendapat imbasnya. Tidak hanya situs kecil-kecilan yang
terserang. Sekitar satu minggu yang lalu web portal Kompas merilis sebuah artikel "Kaskus Masuk Daftar Situs Wajib Ganti Password"
yang tidak lain karena Heartbleed ini. Heartbleed ramai disebut sebagai
salah satu celah keamanan terbesar dan tercanggih yang pernah ditemukan
sepanjang sejarah internet.
Heartbleed pun ternyata kini sudah menjalar ke dunia gadget. Dalam hal ini, Android merupakan sistem operasi yang paling rentan terhadap bug ini, khususnya pada Android seri Jelly Bean (v4.1.x dan v4.2.x) karena Android selama ini juga memakai OpenSSL untuk melakukan pengenkripsian data.
Dikutip dari ArsTechnica, Google tengah berusaha melakukan patch
pada bug tersebut untuk menghindari aksi pencurian data-data sensitif
oleh peretas yang memanfaatkan Heartbleed. Memang tidak sedikit versi
Android yang memakai OpenSSL bermasalah. Namun ada juga yang tidak
terkena dampak Heartbleed.
Salah satu faktor lolosnya dari Heartbleed karena versi Android tersebut
telah dimodifikasi sesuai kebutuhan perusahaan (mengingat banyak sekali
mitra Google yang memakai Android namun sistemnya telah diolah ulang)
dan banyak dari mereka tidak mengaktifkan ekstensi OpenSSL ini.
Untuk mengetahui apakah Android yang Anda pakai selama ini terjangkit
Heartbleed, Lookout Mobile telah merilis sebuah aplikasi bernama Heartbleed Detector yang bisa Anda unduh gratis melalui Google Play.
Aplikasi ini mampu menganalisa Heartbleed dengan tepat. Tapi perlu digaris bawahi bahwa aplikasi ini hanyalah detector dan tidak bisa melakukan patching / fix jika Android Anda terinfeksi Heartbleed.
Download Heartbleed Detector disini.






0 komentar:
Posting Komentar