Oke gini ceritanya,...
Malam sebelum hari raya idul fitri dilaksanakan, seperti
biasa gue sama temen-temen takbiran di masjid, setelah lewat satu jam, gue dan
temen-temen merasa bosen dan ingin bermain, akhirnya munculah ide dari gue
untuk merekam suara takbir ke handphone dan diputar berulang-ulang,jadi kita
bisa bermain dan masjid tetep nggak sepi soalnya ada rekaman suara kita, hahahaha
Nah pas ditengah asik nya main petasan, ada 2 montor menuju
ke lapangan. Gue langsung berprasangka kalau 2 montor itu pasti orang yang akan
pacaran, nah seketika itu langsung muncul ide di benak gue untuk mengerjain
mereka,
Akhirnya gue suruh temen2 untuk mengumpulkan petasan sebanyak-banyaknya,
lalu kita memanjat ke genting balai desa (kebetulan balai desa deket sama
lapangan), nah tanpa pikir panjang lagi
kita langsung melontarkan petasan satu persatu ke 2 montor itu....
Tapi bukannya takut malah 2 montor itu terkesan menantang, yah
langsung saja gue lontarkan petasan terbaik untuk menghajar mereka, ehhh pas
petasan terbaik udah dilontarkan, terasa ada yang aneh, yap suara petasannya
tidak ada. Lansung saja gue melihat kebawah, ehh ternyata petasannya diinjak
oleh salah satu orang di montor itu.
Ketika gue lihat kebawah tadi, gue juga langsung sadar kalau
2 montor tersebut bukanlah montor orang yang mau pacaran, karena terlihat jelas
ada 4 orang laki-laki dan tidak ada perempuannya, sontak saja gue langsung
beritahu teman-temen gue, Langsung saja temen2 gue kaget *untung nggak sampai
kencing dicelana, dan jantung gue pun serasa mau copot soalnya takut digebukin
ama tuh orang.
Dari lapangan terlihat 3 orang dari montor tadi turun dan
lari menuju ke arah kita. Sontak kita ketakutan dan langsung terjun dari atas
genting, kalau dipikir-pikir tinggi genting dari atas sampai bawah ada 2,5
meter, naas bagi gue, pas udah terjun kaki gue terkilir, teman-temen gue yang
lain udah pada lari karena memang gue loncatnya yang paling akhir jadi mereka
tidak melihat gue jatuh , namun ada teman gue yang namanya Arvin dia melihat
gue terkapar kesakitan, mungkin karena kasihan dia menghampiri gue , Tapi
kelihatannya sudah terlambat, karena 3 orang itu semakin dekat, akhirnya gue
putuskan untuk sembunyi di kamar mandi orang, nah Arvin sembunyi di sawah,
Karena merasa keadaan cukup aman gue pun langsung keluar dan
lari menghampiri Arvin, namun naas saja ternyata Arvin sudah dikepung 3 orang
tersebut, dan 3 orang itu membawa batu. Gue pun mencari ide supaya Arvin bisa
lolos,
Berbekal korek api dan 1 petasan yang gede, gue pun langsung
melemparkannya ke arah ketiga orang itu, sontak saja ketiga orang itu langsung
kaget dan langsung mengejar gue, Arvin pun berhasil kabur dan mengabari semua
temen gue,
Namun sial bagi gue, setelah gue berhasil selamatkan Arvin
ehh gue lupa kalau kaki gue terkilir, jadi pas lari kaki gue terasa sakit,
namun gue nggak pasrah sama keadaan gue terus berjuang walau kaki ini udah
mulai terasa sakit sekali. Sambil lari gue teriak tolong-tolong, namun udah
terlambat salah satu dari 3 orang itu berhasil menangkap gue.
Ide gue pun muncul lagi, gue mau membakar tangan mereka
dengan korek api, ehh namun apa daya ternyata korek api nya sudah tidak ada
dikantong gue ,Mungkin sudah jatuh pas gue lari tadi.
gue terus terik tolong-tolong,
gue terus terik tolong-tolong,
Gue pun mencium aroma seperti arak ketika mereka berbicara
gue, langsung saja gue simpulkan kalo mereka lagi mabuk, wahh adrenalin gue
semakin terpacu, jantung berdetak lebih cepat dari genderang mau perang, gue
pun langsung inget dengan tuhan, gue terus berdo’a supaya nggak diapa-apa’in
sama mereka.
Salah satu dari mereka pun bertanya ke gue “Kenapa lo
mengganggu gue ? mau dicincang lo ?”
Gue pun menjawab “Ampun bang, tadi saya pikir kalian mau
pacaran”, mereka pun menjawab dengan nada lantang “Semp**, lo kagak lihat ya ?
nih gue lagi ngefly”.
“Ampun, bang ampunn”, hanya itu yang gue ucapkan
Mereke pun menyodorkan putung rokok ke tangan gue,tapi
gue selalu menghindar. untung saja
Dari kerjauhan gue melihat teman-teman gue, berlari
menghampiri gue, mereka semua membawa petasan dan batu, keaadaan pun mulai
menegangkan, disaat ketiga orang itu lengah gue pun lari dan salah satu teman
gue menolong , dia menggendongku
lari,
Dan pada saat yang bersamaan terlihat mobil yang mendekat, ketiga orang itu pun ketakutan
mungkin dikiranya polisi, gue pun juga awalnya berprasangka kalau itu polisi,
karena diatas mobil itu terdapat lampu biru yang menyala sangat terang, ketiga
orang itu pun lari, dan meninggalkan lapangan.
Mobil itu semakin mendekat, dan pas gue lihat ternyata itu mobil ompreng pak
sapar, hati gue pun lega. Pak sapar mungkin adalah pahlawan gue, padahal dulu
nya gue sering banget mencuri mangga nya, hahaha.
(*pak sapar adalah tukang angkut batu, dan pasir di desa
gue*)
Semua teman-teman pun menghampiri gue, dan menanyakan apakah
gue baik-baik saja dan menanyakan apa yang ketiga orang itulakukan ke gue.
Namun gue melihat salah satu teman gue yang bernama ferry matanya merah,
seperti habis nangis, gue pun menanyakan apa yang menyebabkan dia nangis ?, dan
ternyata dia nangis gara-gara takut terjadi apa-apa sama gue, sontak hati gue
pun langsung luluh, dan hampir saja gue mengeluarkan air mata, namun gue juga
sedikit tertawa karena belum pernah gue melihat orang sesangar dia nangis,
hahahaha.
Dari kejadian itu gue pun belajar, jangan berprasangka buruk
terlebih dahulu, sebelum kita tahu keadaan sebenarnya





0 komentar:
Posting Komentar