Rabu, 15 Oktober 2014

Cerpen "Malam Takbiran"


Jadi gini nama asli gue Yayang Deni, tapi akrab dipanggil Yayang, gue nggak tau arti nama itu apa, yang gue tahu itu nama special banget di mata orang tua gue, kalau dulu boleh request sih gue mau dinamain Vino G Bastian *mirip kali ya, hahaha ,gue hidup di Madiun, tepatnya di Desa Uteran. Dan kemarin mungkin adalah hari yang nggak bakal bisa gue lupakan sampai ajal menjemput
Oke gini ceritanya,...
Malam sebelum hari raya idul fitri dilaksanakan, seperti biasa gue sama temen-temen takbiran di masjid, setelah lewat satu jam, gue dan temen-temen merasa bosen dan ingin bermain, akhirnya munculah ide dari gue untuk merekam suara takbir ke handphone dan diputar berulang-ulang,jadi kita bisa bermain dan masjid tetep nggak sepi soalnya ada rekaman suara kita, hahahaha
Nah pas ditengah asik nya main petasan, ada 2 montor menuju ke lapangan. Gue langsung berprasangka kalau 2 montor itu pasti orang yang akan pacaran, nah seketika itu langsung muncul ide di benak gue untuk mengerjain mereka,
Akhirnya gue suruh temen2 untuk mengumpulkan petasan sebanyak-banyaknya, lalu kita memanjat ke genting balai desa (kebetulan balai desa deket sama lapangan),  nah tanpa pikir panjang lagi kita langsung melontarkan petasan satu persatu ke 2 montor itu....
Tapi bukannya takut malah 2 montor itu terkesan menantang, yah langsung saja gue lontarkan petasan terbaik untuk menghajar mereka, ehhh pas petasan terbaik udah dilontarkan, terasa ada yang aneh, yap suara petasannya tidak ada. Lansung saja gue melihat kebawah, ehh ternyata petasannya diinjak oleh salah satu orang di montor itu.
Ketika gue lihat kebawah tadi, gue juga langsung sadar kalau 2 montor tersebut bukanlah montor orang yang mau pacaran, karena terlihat jelas ada 4 orang laki-laki dan tidak ada perempuannya, sontak saja gue langsung beritahu teman-temen gue, Langsung saja temen2 gue kaget *untung nggak sampai kencing dicelana, dan jantung gue pun serasa mau copot soalnya takut digebukin ama tuh orang.
Dari lapangan terlihat 3 orang dari montor tadi turun dan lari menuju ke arah kita. Sontak kita ketakutan dan langsung terjun dari atas genting, kalau dipikir-pikir tinggi genting dari atas sampai bawah ada 2,5 meter, naas bagi gue, pas udah terjun kaki gue terkilir, teman-temen gue yang lain udah pada lari karena memang gue loncatnya yang paling akhir jadi mereka tidak melihat gue jatuh , namun ada teman gue yang namanya Arvin dia melihat gue terkapar kesakitan, mungkin karena kasihan dia menghampiri gue , Tapi kelihatannya sudah terlambat, karena 3 orang itu semakin dekat, akhirnya gue putuskan untuk sembunyi di kamar mandi orang, nah Arvin sembunyi di sawah,
Karena merasa keadaan cukup aman gue pun langsung keluar dan lari menghampiri Arvin, namun naas saja ternyata Arvin sudah dikepung 3 orang tersebut, dan 3 orang itu membawa batu. Gue pun mencari ide supaya Arvin bisa lolos,
Berbekal korek api dan 1 petasan yang gede, gue pun langsung melemparkannya ke arah ketiga orang itu, sontak saja ketiga orang itu langsung kaget dan langsung mengejar gue, Arvin pun berhasil kabur dan mengabari semua temen gue,
Namun sial bagi gue, setelah gue berhasil selamatkan Arvin ehh gue lupa kalau kaki gue terkilir, jadi pas lari kaki gue terasa sakit, namun gue nggak pasrah sama keadaan gue terus berjuang walau kaki ini udah mulai terasa sakit sekali. Sambil lari gue teriak tolong-tolong, namun udah terlambat salah satu dari 3 orang itu berhasil menangkap gue.
Ide gue pun muncul lagi, gue mau membakar tangan mereka dengan korek api, ehh namun apa daya ternyata korek api nya sudah tidak ada dikantong gue ,Mungkin sudah jatuh pas gue lari tadi.
gue terus terik tolong-tolong,
Gue pun mencium aroma seperti arak ketika mereka berbicara gue, langsung saja gue simpulkan kalo mereka lagi mabuk, wahh adrenalin gue semakin terpacu, jantung berdetak lebih cepat dari genderang mau perang, gue pun langsung inget dengan tuhan, gue terus berdo’a supaya nggak diapa-apa’in sama mereka.
Salah satu dari mereka pun bertanya ke gue “Kenapa lo mengganggu gue ? mau dicincang lo ?”
Gue pun menjawab “Ampun bang, tadi saya pikir kalian mau pacaran”, mereka pun menjawab dengan nada lantang “Semp**, lo kagak lihat ya ? nih gue lagi ngefly”.
“Ampun, bang ampunn”, hanya itu yang gue ucapkan
Mereke pun menyodorkan putung rokok ke tangan gue,tapi gue selalu menghindar. untung saja
Dari kerjauhan gue melihat teman-teman gue, berlari menghampiri gue, mereka semua membawa petasan dan batu, keaadaan pun mulai menegangkan, disaat ketiga orang itu lengah gue pun lari dan salah satu teman gue  menolong , dia menggendongku lari, 

Dan pada saat yang bersamaan terlihat mobil  yang mendekat, ketiga orang itu pun ketakutan mungkin dikiranya polisi, gue pun juga awalnya berprasangka kalau itu polisi, karena diatas mobil itu terdapat lampu biru yang menyala sangat terang, ketiga orang itu pun lari, dan meninggalkan lapangan.
Mobil itu semakin mendekat, dan pas  gue lihat ternyata itu mobil ompreng pak sapar, hati gue pun lega. Pak sapar mungkin adalah pahlawan gue, padahal dulu nya gue sering banget mencuri mangga nya, hahaha.
(*pak sapar adalah tukang angkut batu, dan pasir di desa gue*)
Semua teman-teman pun menghampiri gue, dan menanyakan apakah gue baik-baik saja dan menanyakan apa yang ketiga orang itulakukan ke gue. Namun gue melihat salah satu teman gue yang bernama ferry matanya merah, seperti habis nangis, gue pun menanyakan apa yang menyebabkan dia nangis ?, dan ternyata dia nangis gara-gara takut terjadi apa-apa sama gue, sontak hati gue pun langsung luluh, dan hampir saja gue mengeluarkan air mata, namun gue juga sedikit tertawa karena belum pernah gue melihat orang sesangar dia nangis, hahahaha.
Dari kejadian itu gue pun belajar, jangan berprasangka buruk terlebih dahulu, sebelum kita tahu keadaan sebenarnya


0 komentar:

Posting Komentar